Sistematika Penyusunan Skripsi Secara Umum

Untuk mempermudah dalam pembuatan Skripsi, perlu diperhatikan dalam penyusunnannya. Oleh karena itu Sistematika Skripsi yang baik dan benar sangat diperlukan.

Secara garis besar Skripsi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu awal, isi, dan akhir. Cukup Sederhana, berikut adalah sistematika skripsi secara umum.

1.    Bagian awal skripsi terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, sari, kata pengantar, daftar isi,daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.

2.    Bagian isi skripsi terdiri dari lima bab yaitu:

–    BAB I  : Pendahuluan, dalam hal ini penulis menguraikan tentang latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, penegasan istilah, dan sistematika skripsi.

–    BAB II : Landasan teori, yaitu bab yang menguraikan tentang kajian pustaka baik dari buku-buku ilmiah, maupun sumber-sumber lain yang mendukung penelitian ini.

–    BAB III : Metodologi penelitian, yaitu bab yang menguraikan tentang objek penelitian, variabel, metode penelitian, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

–    BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan, yaitu bab yang menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan dari data yang telah diperoleh.

–    BAB V : Simpulan dan saran, yaitu bab yang berisi simpulan hasil dan saran serta hasil penelitian.

3.    Bagian akhir skripsi: terdiri dari daftar pustaka dan lampiran.

Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

Beberapa Karakteristik atau Ciri-ciri Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dailakukan oleh guru antara lain:

1. On The Job Oriented

Artinya bahwa PTK dilaksanakan oleh pekerja sesuai dengan bidang yang ditekuninya, misalnya seorang guru geografi yang hendaknya mengadakan PTK dengan tema pembelajaran Geografi.

2. Problem Solving Oriented

Mengandung makna bahwa PTK dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada dalam Proses Belajar Mengaja (PBM) oleh guru.

3. Improvement Oriented

Bahwa PTK dilaksanakan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

4. Siklis

Pelaksanaan dilaksanakan berulang ulang dan Continue.

5. Action Oriented

PTK harus dilakukan dengan praktik dalam PBM.

6. Specific Contextual

PTK dilaksanakan benar-benar masalah yang dialami guru dalam PBM.

7. Kolaboratif

Dapat dilaksanakan bersama orang atau guru lain namun masih dalam 1 rumpun ilmu.

8. Metodologi bersifat longgar

Maksudnya bahwa PTK tidak harus mengginakan pengolahan data statistik yang rumit, cukup dengan analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan juga tidak harus diuji reabilitas, normalitas, atau validitas. Namun instrumen dapat diuji dengan uji triangulasi atau crosscheck atau perbandingan dengan cara atau instrumen lain.